« Older Entries Newer Entries » Subscribe to Latest Posts

16 Oct 2011

Stigma NTT Miskin Harus Dihilangkan

Posted by Hans Hallan. No Comments

STIGMA NTT MISKIN HARUS DIHILANGKAN (Dari acara makan malam bersama Gubernur NTT, Frans Leburaya)

Gubernur NTT, Frans Leburaya (Sabtu,15/10/2011), mengadakan jamuan makan malam bersama keluarga besar Flobamora Bali di Restaurant Tangie Denpasar. Di kesempatan itu, beliau banyak bercerita tentang NTT, dari isu Rawan Pangan hingga Desa Mandiri Anggur Merah, dari kehadirannya di Rapat Kabinet Indonesia Bersatu hingga seruan Gerakan Pulang Kampung (GPK), dari Provinsi Jagung, Koperasi, Ternak, Cendana hingga Provinsi Kepulauan.

Di bawah ini kami turunkan petikan sambutannya:

“Saya jarang datang ke Bali juga Jakarta, banyak waktu saya habiskan di NTT. Saya bersyukur bisa bertemu dengan Bapak Ibu di Bali. Pada kesempatan ini saya ingin bercerita tentang NTT dari waktu ke waktu” Ujarnya memulai.

Read the rest of this entry »

6 Oct 2011

Doa Rosario dan Sejarahnya

Posted by Hans Hallan. No Comments

Doa Rosario: Doa kepada atau melalui Maria dengan mendaraskan 150 kali Salam Maria sambil merenungkan peristiwa-peristiwa inti hidup Yesus dan Maria sambil menghitung biji rosario

Kebiasaan berdoa dengan menggunakan hitungan biji-bijian sudah sangat tua usianya.

 Orang Peru kuno sudah memakai hitungan manik-manik dalam doa mereka
 Di Ninive (abad IX BC) ditemukan angka pahatan yang memperlihatkan sebuah untaian manik-manik
 Orang Islam, Hindu, Budha di Cina, India , dan Jepang sudah lama mengenal kebiasaan berdoa sambil memakai hitungan biji-bijian
 Umat Islam, khususnya mengenal doa yang disebut “doa tasbih”, yaitu doa yang terdiri atas sebuah untaian 99 butir untuk menyebut nama Allah yang Mahaesa
 Tasbih yang sama sudah ada pada umat Kristen Timur (Yunani) sejak lama yang mengulang-ulang doa pendek tertentu dengan menyebut nama Allah dan Yesus Kristus
 Rangkaian doa tasbih ditemukan dalam kubur Santa Getrudis dari Nivella pada abad yang ke IV
 Para pertapa di padang gurun dulu juga biasa memakai hitungan biji tasbih dalam doa mereka. Para pertapa itu mempunyai sebuah bakul yang berisikan kelereng yang berfungsi untuk menghubungkan doa-doa mereka yang mereka ucapkan setiap hari

Itu berarti, pemakaian hitungan biji tasbih dalam doa-doa sudah sangat tua usianya dan merupakan suatu gejala umum pada setiap agama, dan umumnya bertujuan untuk menghitung doa-doa tertentu sehingga mudah didaraskan bersama dan untuk menciptakan konsentrasi waktu berdoa.

Read the rest of this entry »

3 Oct 2011

Biaya pembangunan NTT didominasi dari pusat

Posted by Hans Hallan. No Comments

Kupang (ANTARA News) – Anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nusa Tenggara Timur, Herman Banoet, mengaku biaya pembangunan di wilayah kepulauan ini hingga saat ini masih didominasi dana perimbangan dari pemerintah pusat.

“Jika dibuatkan perbandingannya maka dana perimbangan yang berasal dari pemerintah pusat mencapai 76 persen berbanding 24 persen dana perimbangan yang dialokasikan dari daerah,” katanya di Kupang, Senin, terkait alokasi anggaran untuk membiayai pembanungan di daerah ini.

Banoet yang pernah menjabat kepala Biro Keuangan Sekretariat Daerah NTT itu, mengatakan untuk perbandingan dana pembangunan telah diatur antara 90-95 persen berasal dari pemerintah pusat, sedangkan sisanya 5-10 persen berasal dari kabupaten/kota.

Read the rest of this entry »

1 Oct 2011

Putusan Hong Kong untungkan PRT

Posted by Hans Hallan. No Comments

Asosiasi pembantu rumah tangga Indonesia di Hong Kong menyambut baik putusan Pengadilan Tinggi Hong Kong yang mengabulkan gugatan seorang pembantu Filipina terkait peraturan yang tidak mengizinkan pembantu rumah tangga asing menjadi penduduk tetap.
Wakil Ketua Asosiasi TKI (ATKI) di Hong Kong Iweng Karsiwen mengatakan putusan ini telah lama ditunggu-tunggu.
“Itu sudah menjadi tuntutan kita sejak lama, salah satu sikap diskriminasi pemerintah Hong Kong,” kata Iweng kepada BBC Indonesia.
Dengan putusan ini pembantu rumah tangga di Hong Kong memiliki pilihan.
“Tidak seperti dulu karena pembantu rumah tangga tidak bisa menjadi resident (penduduk tetap), sekarang kita punya pilihan menjadi resident atau hanya bekerja di sini,” tambahnya.
Iweng Karsiwen berharap putusan pengadilan ini bisa diterapkan secepatnya oleh pemerintah Hong Kong.
Pengadilan Tinggi Hong Kong hari Jumat (30/9) memutuskan peraturan yang melarang pembantu rumah tangga menjadi warga tetap tidak konstitusional.
Jumlah pembantu rumah tangga di Hong Kong mencapai hampir 300.000, sebagian besar dari Filipina dan Indonesia.

Read the rest of this entry »

1 Oct 2011

Tanda-tanda seorang pria depresi

Posted by Hans Hallan. No Comments

Kelelahan
Orang-orang yang sedang depresi mengalami serangkaian perubahan fisik dan emosional. Mereka dapat menjadi cepat lelah, serta mengalami perlambatan pada psikomotor, atau perlambatan gerakan fisik, ucapan, dan proses berpikir.
Menurut Josh Klapow, PhD, seorang psikolog klinis pada Sekolah Kesehatan Masyarakat di Birmingham – Inggris, di bandingkan dengan wanita, pria lebih sering rentan mengalami gejala kelelahan fisik sebagai keluhan utama saat mengalami depresi.

Tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit
Masalah tidur-seperti insomnia, bangun sangat awal di pagi hari, atau tidur yang berlebihan adalah gejala depresi yang umum terjadi.
Beberapa orang walaupun tidur selama 12 jam dalam sehari, masih merasa lelah.” kata Dr Cook. Sama seperti kelelahan, kesulitan tidur adalah salah satu gejala utama yang sering dikeluhan pria yang sedang depresi pada dokter mereka, demikian menurut para ahli.

Read the rest of this entry »

1 Oct 2011

Ecce Homo – Potret Masalah Sosial

Posted by Hans Hallan. No Comments

Larantuka hingga saat ini masih memelihara sebuah ritus keagamaan yang begitu dikagumi dan dicintai (admiranda et Amanda) baik oleh anak-anak nagi (orang Larantuka) maupun yang bukan orang asli. Keberakarannya pada ritus ini sudah tertanam sejak kedatangan bangsa portugis pada tahun 1552 yang mengusung misi: Gold (mencari rempah), Gospel (menyebarkan agama), Glory (memperjuangkan “nama besar dalam hegemoni kekuasaan”). Seiring waktu yang terus bergulir dan dalam pergulatan dengan aneka tantangan, prosesi akbar ini telah membentuk cita rasa iman (sensus fidelium) umat yang berakar kuat pada devosi kepada Bunda Maria. Umat Larantuka memberikan atensi yang luar biasa kepada devosi Bunda Maria dan ini sudah menjadi devosi populer. Devosi kepada Bunda Maria begitu melekat kuat dalam religiositas umat yang mengerucut pada prosesi akbar Jumat Agung, di mana umat bersama Bunda Maria, Mater Dolorosa (Bunda Yang Berduka cita) mengikuti Sang Putera sepanjang tapak-tapak duka via dolorosa.
Sebuah Awal yang Sederhana
Menurut catatan sejarah, prosesi itu merupakan ibadah keagamaan warisan bangsa Portugis sejak abad IV ketika misi Solor sudah mendirikan banyak stasi, dan Larantuka adalah salah satu stasi waktu itu. Prosesi yang dicetuskan oleh para pastor Dominikan ini awalnya diadakan dalam bentuk yang amat sederhana, namun umat memberikan tanggapan positif dan mengikuti jalannya prosesi dengan entusiasme keimanannya. Umat yakin dan percaya bahwa Bunda Maria-lah yang telah memberikan perlindungan terhadap kota Larantuka dari serangan lawan, bangsa Belanda. Keyakinan inilah yang menggugah nurani kesadaran raja Don Lorenzo Diaz Viera Diego Dinho untuk tidak hanyut terbawa arus “nama besar” di atas penderitaan orang lain, ataupun tenggelam dalam kediktatoran dan arogansi kekuasaan yang represif melainkan bersimpuh pada kerendahan hati dan kepasrahan: menyerahkan tongkat kerajaan dan kota Larantuka ke dalam tangan Bunda Maria Reinha Rosari pada tanggal 08 September 1888 sebagai tempat bernaung kala suka dan duka (Karel Steenbrik, Orang-orang Katolik di Indonesia: 163). Lantas Larantuka dikenal sebagai kota Reinha. Inilah simpul sejarah yang membingkai prosesi akbar ini. Prosesi ini melibatkan peran aktif kaum awam yang telah dibentuk oleh P. Sanders pada tahun 1860 dengan nama Konfreria, sebuah organisasi kerasulan awam yang bertugas membantu imam dalam liturgi terutama dalam mengatur segala persiapan prosesi selama pekan suci. Paguyuban ini merupakan lembaga religius terpenting di Kerajaan Larantuka pada waktu itu bahkan hingga kini.
Read the rest of this entry »

27 Sep 2011

Makanan Pencegah Osteoporosis

Posted by Hans Hallan. No Comments

Meskipun industri susu telah berusaha meyakinkan setiap orang akan pentingnya produk susu untuk menghindari osteoporosis, namun beberapa penelitian tidak sepenuhnya mendukung gagasan tersebut. Adalah lebih penting untuk mengindari konsumsi berlebihan dari gula, soda, garam meja, kopi, alkohol serta mengkonsumsi makanan tinggi kalsium, magnesium, vitamin K and boron. Berikut ini adalah beberapa makanan yang dianjurkan untuk menjaga serta memelihara tulang agar tetap sehat.

Kacang Hijau: Kacang hijau sangat kaya akan vitamin K, nutrisi yang secara tidak langsung mengaktifkan Osteokalsin, protein utama dalam tulang. Selain vitamin K, kacang hijau juga mengandung Vitamin B6 serta folat, dua nutrisi yang menghambat homosistein, sebuah molekul berbahaya yang mencegah kolagen dalam pembentukan serta pertumbuhan tulang.

Brokoli: Sayuran yang kaya akan magnesium, kalsium, vitamin K, vitamin B6, folat serta vitamin C yang baik untuk penyerapan kalsium. Brokoli memiliki semuanya dalam menjaga kesehatan tulang.

Selada: Selada mengandung nutrisi trifekta yaitu Kalsium, Vitamin K dan Boron yang menjaga kesehatan tulang.

Kubis: Kubis sangat tinggi akan kandungan vitamin K, folat dan vitamin B6 yang sangat penting untuk kesehatan tulang. Kubis juga mengandung kalsium serta vitamin C yang secara signifikan dalam meningkatkan penyerapan kalsium.

Bayam: Bayam kaya akan vitamin K dan folat dan juga vitamin B6, magnesium dan kalsium.

Lemon: Meskipun asam yang terdapat pada lemon memiliki efek alkalizing pada tubuh bila dimakan, namun kandungan yang tinggi akan vitamin C sangat diperlukan untuk meningkatkan penyerapan kalsium.

Selamat menjaga kesehatan tulang anda.

sumber : huffingtonpost.ca

9 Aug 2011

Larantuka

Posted by Hans Hallan. 1 Comment

Kabupaten Flores Timur dibentuk berdasarkan UU No. 69 Tahun 1958 tertanggal 20 Desember. Maka ulang tahun Kabupaten Flores Timur ditetapkan setiap tanggal 20 Desember. Saat ini, Flores Timur terdiri dari 18 kecamatan berdasarkan PERDA Kab. Flores Timur No. 2 Tahun 2006. Di Tahun 1999, Flores Timur pernah terdiri dari 7 kecamatan saja, semenjak awal berdiri dengan 8 kecamatan. Disebabkan UU No. UU no 52 tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Lembata. Menyebabkan 6 kecamatan yang berada di Pulau Lembata harus dilepaskan dari 13 kecamatan. Terakhir Pulau Solor akan dimekarkan menjadi 3 kecamatan. Kecamatan Solor Selatan.

17 Jul 2011

Mitos asal Pati Golo Arakian

Posted by Hans Hallan. No Comments

Sejarah Manusia Pertama yang mendiami Flores Timur daratan, dari berbagai versi, dapat dipastikan berasal dari 2 orang keturunan Gunung Ile Mandiri [Gunung di Larantuka], yaitu Lia Nurat dan saudari perempuannya Wato Wele. Yang kemudian dari kedua keturunan inilah masyarakat Flores timur daratan tersebar. Memang harus diakui bahwa tentang asal usul dan keturunan dari kedua orang ini, begitu banyak versi di masing-masing suku dan daerah. Namun demikian Mitos, ia hadir dalam aturan-aturannya tersendiri yang memang berangkat dari budaya tutur. Berikut ini salah satu versinya

Di atas gunung Wato Wela Dot, Tabu Wela Molit [sebuah kampung di pulau Timor], hidup dua orang bersaudara. Laki-laki bernama Pati Golo Arakian dengan saudarinya Bui Kena Hara Wada. Aktivitas Pati Golo aban pagi dan malam adalah menyadap tuak dari pohon Lontar. Sedangkan saudarinya adalah penenun.

Oleh karena sering mendapat tuak asam, maka Bui Kena, suatu malam memukul kepala Pati dengan pedang tenunnya dan meninggalkan luka yang dalam. Pati menangis, penjelasannya bahwa selalu saja Kelelawar merusak dan merobek daun pembuluh penutup tempat air nira mengalir ke penadah dari Bambu, sebagai penyebab asamnya tuak, tak dihiraukan saudarinya.

Pada hari yang sama, Patipun melakukan rutinitasnya. tetap ia tak turun dari Lontar itu. Dia ingin menangkap sumber penyebab asamnya tuak. Kelewarpun datang, malah memeluknya dan terbang bersama Pati ke timur. Disana, di timur kelelawar menjatuhkannya. Saat ini mereka berdua masih kecil.

Cukup lama Pati berkelana. Ia mengembara ke timur tanpa tujuan. Dari pantai ke pantai, dari pulau ke pulau. Akhirnya ia tiba di gunung Wato Wela Dot, Tabu Wela Molit. Ia bertemu kembali dengan saudarinya Bui Kena. Sayangnya mereka sudah tak saling kenal. Maka mereka berduapun menjadi suami istri. Suatu malam saat sang istri meminyaki rambutnya, ditemukanlah bekas luka di kepala Pati. Akhirnya sadarlah mereka sebagai saudara kandung. Bui Kena malu luar biasa. Patipun akhirnya meninggalkan tempat itu dan menuju jauh kebarat.

Menetaplah ia di Sina Jawa. [Versi lain dari Paul Arndt, tempat itu adalah sekitar pulau Sumatera]. Dan mengawini Sidi Lae, Sidi Lae Ata Molan, putri raja. Suatu ketika, ketika kelahiran anak pertamanya, Pati membakar Cendana, seperti kebiasaan di Timor. Rajapun sangat menyukai bau yang sangat harum itu. Dan meminta Pati untuk memberikannya kepada Sang Raja, sebagai hadiah perkawinannya. tetapi karena persediaannya terbatas, maka Pati pun menceritakan dimana sumber kayu Candana itu, yaitu jauh di Timur di daerah asalnya.

Maka rajapun mengirim Pati Golo Arakian untuk mengambil Kayu Cendana. Ia berangkat ke itmur menggunakansebuah kapal. Pada titik ini, berdasarkan sejarah, bahwa sekitar tahun 1357, armada perang Majapahit di kirim ke Solor-Alor, dan memang saat itu pulau Pantar dan sebagian Flores Timur direbut.
Dalam perjalanan menuju kampung asalnya, ia melihat cahaya api yang terang benderang di puncak sebuah Gunung, gunung itu Ile Mandiri. Karena tertarik, Pati mendaki ke gunung itu. Di sana ia menemukan sebuah tungku dan periuk besar, disekitarnya berserakan berbagai tulang. Karena tak menemukan seorangpun manusia, maka Pati naik ke sebuah pohon besar dan mengintai.

Tak lama berselang munculah satu makhluk mendekati api, dan di bawah ketiaknya, ia mengapit beberapa binatang. Dia adalah Wato Wele, saudari dari Lia Nurat yang dilahirkan dari gunung. Ketika hendak menyalakan api dari batu yang digesek, apipun tak menyala. Maka mendonggaklah ia dan melihat Pati. Dimintanyalah pati untuk turun. Tapi karena takut akan berbagai binatang, maka setelah meminta Wato Wele membuang beberapa jenis binatang yang berbahaya, dan ketika terseisah hanya Bai Utan, Rusa dan Landak, Pati pun turun membantu menyalakan api. Akhirnya mereka berdua memanggang binatang yang tersisah itu.

Pati sangat heran ketika Wato Wele mencabik-cabik binatang yang telah matang itu dengan kuku-kuku jarinya yang panjang. Setelah makan, Pati mengeluarkan Arak. Karena sangat penasaran, Wato Wele meminum sangat banyak dan tertidurlah ia karena mabok. Karena keingintahuannya akan sosok Wato Wele, Pati kemudian mencukur seluruh rambut dan bulu yang ada di tubuh perempuan itu. Terkejutlah ia ketika menyadari bahwa mahkluk itu adalah perempuan. Ketika siuman, karena kedinginan, Wato Wele menggigil dan menyebabkan seluruh Ile Mandiri bergoyang.

Pati Golo Arakian menetap dan memperistri Dona Wato Wele. Anak mereka yang pertama, laki-laki bernama Kudi Lelen Bala, Au Gatek Mata, yang mendirikan Kampung Waibalun. Anak ke 2 juga laki-laki Lalapan Doro Duli. Anak ketiga bernama Sira Demon Pago Molan, yang kemudian menjadi Raja Larantuka yang pertama.
Dari arah barat, istri kedua Pati Golo, Sidi Lae Ata Molan, menyuruh anak-anaknya mencari sang ayah. Merekapun akhirnya menetap di Larantuka. Juga ketika pulau Lapan dan Batan tenggelam [seratus tahun sejak 1357], keturunan dari istri pertamanya, Bui Kena Hara Wada, tiba di Larantuka mencari sang ayah. Keturunan ini kemudian dikenal sampai sekarang dengan sebutan “yang terdampar dengan perahu” [Tena Mau]. Sumber Raran Tonu Wujo, Karl-Heinz Kohl, cetakan I-Ledalero 2009.

Sumber: East Flores Lamaholot

16 Jul 2011

Flores

Posted by Hans Hallan. No Comments

Sesudah menaklukkan Malaka, wakil raja Alfonso de Albuquerquer mengirim sebuah armada kecil dibawah pimpinan Antonio de Abreu untuk mencari jalan laut menuju pulau rempah-rempah [Maluku]. Agaknya para anggota ekspedisi inilah yang menamakan pulau yang disinggahi [Cabo des flores]. Sekurang-kurangnya dalam peta dunia yang dipublikasi oleh Mercator di tahun 1569, Flores sudah menempati posisi penting diantara pulau-pulau yang terletak disebelah timur Malaka.

Nama Flores sudah pasti ada sejaka 1544, menurut C.C.F.M Le Roux malah sudah dapat ditunjukkan sejak 1512. Mula-mula hanya ditujukan untuk Tangjung Bunga. Dan sejak tahun 1636 oleh orang Belanda digunakan untuk seluruh pulau. Namun menurut P Saren Orinbao, nama purba Flores adalah Nusa Nipa [Nipa=Ular].

Namun dapat dipastikan bahwa yang telah menemukan pulau ini adalah Kerajaan Majapahit dalam abad ke 14. Ditahun 1365 dalam buku Negara Kartagama, sudah dicantumkan pulau diwilayah ini sebagai bagian dari Majapahit. Maka setidknya Flores merupakan sedikitnya nama pemberian negara kolonial ratusan lalu dan masih digunakan hingga saat ini. Dan Flores Timur merupakan satu-satunya kabupaten se Flores yang tetap menggunakan nama Flores.

Sumber: East Flores Lamaholot